Sabtu, 22 Oktober 2011

TIDAK ADA SALAHNYA KULIAH SAMBIL BERWIRAUSAHA

kuliah merupakan hal yang wajib bila kita ingin memperbanyak ilmu pengetahuan,, tapi tidak ada salahnya jika mencoba usaha yang lagi populer di era masa kini yaitu warnet...  nah ini sdh qw eksperimenkan,,, lumayan labanya btw uang saku kuliah plus kita bisa belajar hidup mandiri dan memanajamen suatu usaha kecil,,,

Kamis, 01 September 2011

PENDIDIKAN AKAN memeberikan kita ilmu dan memuliakan kita hidup di dunia dan akhirat

GURU sangatlah relevan dalam membangun jati diri seseorang, apalagi anak anak usia dini khususnya anak yang menempuh pendidikan di sekolah dasar, maka dari itu meskipun kita bukan mahasiswa atau seorang calon guru, ilmu yang kita punya sangatlah bagus bila di kasihkan atau di sebarkan pada orang lain,,,, itulah yang menjadi dasar hidup saya, mengapa saya cinta akan pendidikan.....

Jumat, 29 April 2011

Guru, elemen yang terlupakan

Pendidikan Indonesia selalu gembar-gembor tentang kurikulum baru...yang katanya lebih oke lah, lebih tepat sasaran, lebih kebarat-baratan...atau apapun. Yang jelas, menteri pendidikan berusaha eksis dengan mengujicobakan formula pendidikan baru dengan mengubah kurikulum.

Di balik perubahan kurikulum yang terus-menerus, yang kadang kita gak ngeh apa maksudnya, ada elemen yang benar-benar terlupakan...Yaitu guru! Ya, guru di Indonesia hanya 60% yang layak mengajar...sisanya, masih perlu pembenahan. Kenapa hal itu terjadi? Tak lain tak bukan karena kurang pelatihan skill, kurangnya pembinaan terhadap kurikulum baru, dan kurangnya gaji. Masih banyak guru honorer yang kembang kempis ngurusin asap dapur rumahnya agar terus menyala.

Guru, digugu dan ditiru....Masihkah? atau hanya slogan klise yang sudah kuno. Murid saja sedikit yang menghargai gurunya...sedemikian juga pemerintah. banyak yang memandang rendah terhadap guru, sehingga orang pun tidak termotivasi menjadi guru. Padahal, tanpa sosok Oemar Bakri ini, tak bakal ada yang namanya Habibi.

Pendidikan Indonesia

Hallo semuanya,
Tulisan ini didedikasikan hanya untuk bangsa tercinta kita, yaitu Indonesia. Betapa semrawutnya kondisi saat ini tidak seharusnya menumpulkan harapan kita akan masa depan yang lebih baik. Tulisan ini tidak bermaksud menggurui ataupun menyalahkan. Kita bertukar pikiran hanya untuk mencari solusi terbaik, siapa tahu solusi ini bisa diimplementasikan dalam kondisi riil.
Tulisan, tanggapan, pengetahuan, artikel rekan-rekan sangat diharapkan sekali agar wawasan kita semua bertambah. Saya selaku pembuat blog ini sangat bisa jadi memiliki banyak kelemahan (seperti keahlian menulis yang masih amatiran!). mungkin ini semua bisa di-cover oleh rekan-rekan semuanya.
Ok, partisipasi rekan-rekan dalam blog inisangat dinantikan. Makasih banyak!

Diskriminasi Pendidikan

Diambil dari pendidikanmurah
---------------------------------------------------------------

Rasa-rasanya rasa muakku sudah sampai pada puncaknya.

Setelah membaca rubrik Humaniora di harianKompas edisi hari ini, aku menjadi semakin jengkelsaja dengan kebijakan sistem pendidikan di Indonesia yang kian lama kian wagu saja. Akhir-akhir ini rubrik Humaniora Kompas memang banyak menyoroti tentang kondisi pendidikan di Indonesia. Diawali dengan pemberitaan mengenai ide cemerlang dari salah seorang ketua RW di salah satu desa di Sala Tiga yang dengan kreatifnya menggagas sebuah sekolah alternatif untuk siswa SLTP dengan konsep sekolah terbukanya sampai pada kegilaan mungkin lebih tepat jika disebut kebodohan dari pemerintah mengenai rancangan sistem jalur pendidikan yang baru.

Dalam sistem pendidikan yang baru ini pemerintah akan membagi jalur pendidikan menjadi dua jalur besar, yaitu jalur formal standar dan jalur formal mandiri. Pembagian jalur ini berdasarkan perbedaan kemampuan akademik dan finansial siswa. Jalur formal mandiri diperuntukkan bagi siswa yang mapan secara akademik maupun finansial. Sedangkan jalur formal standar diperuntukkan bagi siswa yang secara finansial bisa dikatakan kurang bahkan tidak mampu.

Dengan kata lain jalur formal mandiri adalah jalur bagi siswa kaya sedangkan jalur formal standar adalah jalur bagi siswa miskin. Konyol memang. Aku sampai tidak habis pikir bisa-bisanya pendidikan dikotak-kotakkan berdasarkan tingkat fianansial dari peserta didik. Dalam hal ini, pemerintah berdalih bahwa pada jalur formal mandiri akan disediakan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu miskin agar dapat menuntut ilmu pada jalur ini. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah Berapa banyak sich beasiswa yang disediakan?.

Pemerintah sendiri menyatakan bahwa setidaknya akan ada lima persen siswa miskin yang bersekolah di setiap sekolah yang menyelenggarakan jalur formal mandiri. Menurut ku ini juga merupakan salah satu bentuk kebodohan yang lain. Coba saja kita bayangkan seandainya ada seorang siswa miskin yang memperoleh beasiswa untuk bersekolah di jalur formal mandiri yang nota bene tempat sekolahnya siswa kaya. Bukankah kondisi seperti ini malah menjadikan siswa miskin ini menjadi minder dan rendah diri. Ketika teman-temannya selalu mengenakan seragam yang bersih dan tersetrika dengan rapi dengan menggunakan pelembut dan pewangi pakaian sedangakan siswa miskin ini hanya mampu mengenakan seragam bekas alias hibahan dari tetangganya, bukankah kondisi seperti ini malah menjadikan siswa miskin ini menjadi objek tontonan bagi siswa-siswa kaya?

Apakah pembagian jalur pendidikan ini merupakan salah satu misi pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa?

Menurutku, pendidikan adalah satu-satunya jalan bagi bangsa kita dalam mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain. Aku cukup salut dengan pemerintah Kamboja dan Thailand yang mulai berbenah diri dengan berfokus pada pendidikan warga negaranya. Kedua negara ini mulai merintis pendidikan gratis bagi warga nya. Pemerintah Kamboja sendiri mulai mengalihkan sembilan belas persen dari total anggarannya yang biasanya digunakan sebagai angaran militer untuk mendukung pengembangan pendidikan.

Lantas bagai mana dengan visi dan misi pendidikan di Indonesia? Mau dibawa ke mana pendidikan di Negara kita? Apakah pendidikan sudah menjadi barang dagangan yang nantinya menghasilkan outputan berupa selembar sertifikat dan ijazah bukannya keahlian dan daya analitis? Dan apakah pendidikan hanya menjadi milik dan hak orang kaya saja?

Apakah memang orang miskin dilarang sekolah?

Sabtu, 23 April 2011

kenang-kenangan dari sdn claket

“PENTINGNYA PENDIDIKAN BUDAYA LOKAL PADA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA KE DEPAN”

Pendidikan berangkat dari diri kita misalnya ; menghargai orang lain sebelum menghargai diri kita sendiri. Guru pada sekolah dasar sangat strategis dalam membangun karakter bangsa yang akan mendatang. Menyadari tugas yang sangat penting ini guru sekolah dasar seharusnya mempunyai karakter yang baik. Membangun bangsa lebih sulit dari pada membangun Negara. Contoh : perbedaan ras. Ilmu tanpa moral akan menghancurkan, karena moral merupakan hal karakteristik yang sangat intim dalam kehidupan, alangkah baiknya bila kita biasakan sebelum Bapak / Ibu Guru mengajar sebaiknya menyanyikan lagu2 yang mendidik anak – anak. Karena pada lagu tersebut ada hal yang mengandung pendidikan , dengan itulah secara tidak langsung sebagai pendidik kita telah melakukan pendidikan moral melalui lagu yang sesuai dengan umur mereka..Sebetulnya orang yang melanggar peraturan bisa di katakana binatang. Dengan rasionalitas orang membangun nilai dan moral.
     Budaya itu di ciptakan tetapi tidak di rasionalitaskan. Kebudayaan adalah respon dari masyarakat setiap kebudayaan ada pola berprilaku. Pembiasaan perlu di terapkan pada murid SD. Karena pada anak SD pembentukan karakter sangat sensitive, mengingat umur yang sangat dini. Membangun budaya janganlah di rumah sebaiknya di sekolah juga. Orang yang kaya bukanlah orang yang punya banyak uang banyak, tetapi orang yang kaya bisa juga kaya untuk member maaf. Dll……..
     Guru menjadi media yang sangat strategis untuk pendidikan karakter pada anak SD. Pembimbing moral, rasio, nurani itu terdapat pada diri kita. Orang itu di katakan menemukan bila tidak mencari,
     cara mengatasi problem pada ank – anak:
1.  Membangun keterbukaan pada anak – anak.
2.  Dan tidak ada yang di tutupi.

     Setiap pelajaran terdapat pelajaran karakter missal pelajaran matematika yaitu mempelajari tentang ketelitian. Guru yang baik adalah guru yang dekat dengan muridnya, dan guru itu bisa juga di jadikan sebagai konsultan, sahabat, orang tua, teman, Dll……….

     Sekolah full day berfokus pada anak berpendidikan hanya berlingkungan sekolah dan rumah karena untuk menghindari anak dari lingkungan yang tidak baik. Media elektronik sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter siswa. Sehingga sebaiknya media menontokan pertunjukkan yang baik – baik. Bila ingin mempunyai wibawa kita harus kembangkan karakter kita. Guru yang baik adalah guru yang adil yang tidak membedakan satu dengan yang lain. Jujur merupakan harta yang paling baik untuk memajukan kemajuan Negara ini.


By : @DI PGSD 2010
Fatkur_crosser@yahoo.com